MoU SMK Se Bangkalan dengan Dudi : Menyatukan SMK dan Industri, Biar Lulusan Siap Kerja, Bukan Cuma Pinter Ngomong !


Jalanlain.com - Solisi Tanpa Batas. Bangkalan, 21 Februari 2025 – Pada pagi yang cerah di Aula SMKN 2 Bangkalan, sejumlah perwakilan dari 25 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bangkalan berkumpul untuk mengikuti acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara dunia pendidikan dan dunia industri. Kegiatan yang diinisiasi oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bangkalan ini bertujuan untuk memperkuat link and match antara keahlian yang diajarkan di SMK dengan kebutuhan dunia industri, memberikan kesempatan bagi para siswa untuk memperoleh pengalaman kerja yang langsung relevan dengan bidang mereka.

Acara dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Bapak Adi Suryanto, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bangkalan. Dalam pidatonya, Bapak Adi tidak hanya menyambut dengan hangat setiap pihak yang hadir, tetapi juga memberikan pesan penting tentang pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri bagi kemajuan pendidikan vokasi di Bangkalan.

“Penandatanganan MoU hari ini adalah langkah besar yang tidak hanya menghubungkan kita dengan industri, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi siswa-siswi SMK di Bangkalan untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja. Dunia industri membutuhkan tenaga kerja terampil yang siap bersaing, dan kita di sini, melalui kolaborasi ini, berusaha mempersiapkan generasi muda kita untuk itu,” kata Bapak Adi Suryanto, penuh keyakinan.

Bapak Adi menambahkan bahwa tujuan dari kerja sama ini adalah agar tidak hanya sekadar menjalin hubungan formal, tetapi agar kedua belah pihak – pendidikan dan industri – bisa saling memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya transformasi pendidikan vokasi agar lebih sesuai dengan perkembangan industri yang terus berubah dan berkembang.

“Ini bukan hanya soal kesepakatan tertulis, tetapi juga soal bagaimana kita semua, baik pendidikan maupun industri, bisa saling mendukung untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas dalam teori, tetapi juga siap secara praktis menghadapi tantangan di dunia kerja,” lanjutnya.

Melalui penandatanganan MoU yang melibatkan 25 SMK dan sejumlah mitra industri seperti PT Datek Inovasi Nusantara, CV PLCD, Politeknik Semen Indonesia, LSP Teknologi Digital, dan lainnya, Bapak Adi berharap agar setiap siswa yang terlibat dalam program magang, pelatihan, dan kolaborasi industri bisa merasakan manfaat langsung dari pengalaman yang mereka dapatkan. Ini adalah kesempatan yang tidak hanya akan memperkaya wawasan mereka, tetapi juga memberikan mereka peluang lebih besar untuk diterima di dunia kerja setelah lulus.

“Kami berharap bahwa MoU ini dapat menjadi batu loncatan bagi siswa untuk lebih percaya diri dan siap menghadapi dunia kerja. Kami juga berharap agar kerjasama ini terus berkembang, menjadi lebih solid, dan lebih banyak sektor industri yang turut serta berkolaborasi dengan kami untuk menciptakan peluang yang lebih besar bagi para siswa,” ujar Bapak Adi.

Selain itu, Bapak Adi juga menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini adalah bagian dari komitmen Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bangkalan dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang tidak hanya mengutamakan teori, tetapi juga memberikan akses bagi para siswa untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia industri.

Pada kesempatan itu, beliau juga mengajak semua pihak untuk terus berpikir ke depan, mengembangkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, serta meningkatkan kualitas tenaga pengajar yang memiliki wawasan luas mengenai industri dan teknologi terbaru. Dengan cara ini, pendidikan vokasi di Bangkalan akan semakin relevan dan siap untuk menyiapkan para lulusan yang kompeten di bidangnya.

“Mari kita jadikan hari ini sebagai awal yang baik untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Bangkalan. Jangan biarkan kesempatan ini hanya menjadi tulisan di atas kertas. Kita harus bersama-sama menjaga komitmen ini dan memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan oleh siswa dan dunia industri,” pesan Bapak Adi Suryanto di akhir sambutannya.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan MoU antara perwakilan SMK dan mitra industri yang dihadiri oleh para kepala sekolah dan pihak-pihak terkait. Tanda tangan yang tergores di atas kertas tersebut tidak hanya melambangkan persetujuan formal, tetapi juga merupakan simbol komitmen untuk bekerja sama demi menciptakan pendidikan yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dengan langkah konkret ini, pendidikan di Bangkalan diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga siap terjun ke dunia industri dengan keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja. MoU ini, yang menghubungkan pendidikan dan industri, menjadi jembatan yang menghubungkan teori dengan praktik, serta membuka peluang yang lebih luas bagi para siswa SMK di Bangkalan untuk mengejar impian mereka.

Posting Komentar untuk "MoU SMK Se Bangkalan dengan Dudi : Menyatukan SMK dan Industri, Biar Lulusan Siap Kerja, Bukan Cuma Pinter Ngomong !"